Rss Feed

Kalsium propionate



Kalsium propionate



Industry makanan dengan skala besar tidak bisa lepas dari penggunaan pengawet makanan. Hal itu untuk mencegah rusaknya makanan sebelum sampai ke tangan konsumen, sehingga dapat dikonsumsi tanpa merusak kualitasnya. Salah satu jenis pengawet makanan jenis bahan kimia yang kerap digunakan adalah kalsium propionate. Selain cukup aman bila dipakai dalam takaran yang pas, juga efisien mencegah kerusakan makanan dalam jangka waktu tertentu.

Pengawet makanan yang aman adalah yang sudah melewati proses pengujian di laboratorium dan lolos standar yang berlaku dalam suatu Negara. Namun, sempat terbukti pula bahwa beberapa produsen makanan skala kecil maupun besar yang nakal. Mereka menggunakan jenis pengawet makanan kimia yang tanpa ukuran aman hingga berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, bahkan bahan kimia yang bukan termasuk food grade atau khusus makanan pun mereka pakai seenaknya.

Akibat mengonsumsi jenis makanan dengan pengawet kimia berbahaya itu cukup fatal, bahkan mengancam nyawa. Berbagai jenis penyakit berbahaya bisa diidap oleh pengonsumsi. Alasan produsen makanan nakal itu tidak memakai jenis pengawet makanan yang telah ditentukan Departemen Kesehatan dan khusus diperuntukan untuk bahan pangan, apalagi jika bukan keuntungan yang berlipat ganda. Harga pengawet bahan makanan lebih mahal dibanding bahan kimia biasa yang digunakan untuk industry non-pangan.

Kalsium propionat termasuk dalam golongan asam propionat yang sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur (Hilmansyah, 2008).

Kalsium propionat adalah salah satu bahan pengawet yang digunakan dalam industri pangan. Kalsium propionat dengan  rumus molekul Ca(CH3CH2COO)2 dan bobot  molekul sebesar  186,22  mempunyai  mekanisme  kerja  yang  mempengaruhi  permeabilitas  membran  sel  lebih  efektif melawan  kapang,  sedikit  efektif  atau  tidak  efektif  sama sekali  terhadap  khamir  dan  bakteri. Efektivitas   menurun  dengan meningkatnya  pH, dengan pH optimal 5 – 6 yang tergantung pada jenis makanan. Kadar yang dapat dikonsumsi untuk setiap harinya tidak terbatas, dengan LD 50  secara oral untuk tikus 4 sebesar 2,6 g/kg bobot badan. Batas maksimum penggunaan pada selai dan jeli buah-buahan  dengan  pemanis  buatan  sampai  0,1 % sediaan  keju  olahan  3  g/kg,  dapat dipakai  secara  tunggal  maupun  campuran  dengan  asam  sorbat  dan  garamnya,  roti 2 g/kg (Saptarini, 2007).

Asam propionat yang mempunyai struktur yang terdiri dari tiga atom karbon tidak dapat dimetabolisasi oleh mikroba. Hewan tingkat tinggi dan manusia dapat memetabolisasi asam propionate ini seperti asam lemak biasa. Propionat efektif terhadap kapang dan beberapa khamir pada makanan dan minuman dengan tingkat keasaman pH di atas 5 (Anonim, 2009c).

Sesuai dengan peraturan menteri kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/1988 terdapat 26 jenis pengawet yang diijinkan untuk ditambahkan ke dalam makanan dan minuman. Jenis pengawet yang diizinkan digunakan dalam pangan terdiri dari asam asetat, kalsium asetat, natrium asetat, asam benzoat dan garamnya (kalium benzoat, kalsium benzoat, dan natrium benzoat), asam propionat dan garamnya (kalium propionat, kalsium propionat, dan natrium propionat), asam sorbat dan garamnya (kalium sorbat, kalsium sorbat, dan natrium sorbat), belerang dioksida dan garam sulfit (kalium bisulfit, kalium metabisulfit, kalium sulfit, kalsium bisulfit, natrium bisulfit, natrium metabisulfit, dan natrium sulfit), p-hidroksibenzoat (etil p-hidroksibenzoat,  metil p-hidroksibenzoat, dan propil p-hidroksibenzoat), lisozim hidroklorida, nitrat (kalium nitrat dan natrium nitrat), dan nitrit (kalium nitrit dan natrium nitrit). Penggunaan pengawet di atas diizinkan ditambahkan dengan jumlah tidak melebihi batas maksimum dan sesuai dengan kategori pangan (Anonim, 2009b).

Untuk jenis makanan yanag memakai keju sbg bahan utamanya, maka takaran maksimal yang dianjurkan adalah 0,3% per kilogram bahan atau sekitar 3 gram per kilogram keju. Apabila batas dosis maksimal tersebut dilanggar, maka akan mengakibatkan konsumen mengalami migraine atau sakit kepala sebelah, merasa lelah yang sangat hingga lemas, serta tidak bisa tidur.

Sumber :






Kalsium propionate
Industry makanan dengan skala besar tidak bisa lepas dari penggunaan pengawet makanan. Hal itu untuk mencegah rusaknya makanan sebelum sampai ke tangan konsumen, sehingga dapat dikonsumsi tanpa merusak kualitasnya. Salah satu jenis pengawet makanan jenis bahan kimia yang kerap digunakan adalah kalsium propionate. Selain cukup aman bila dipakai dalam takaran yang pas, juga efisien mencegah kerusakan makanan dalam jangka waktu tertentu.
Pengawet makanan yang aman adalah yang sudah melewati proses pengujian di laboratorium dan lolos standar yang berlaku dalam suatu Negara. Namun, sempat terbukti pula bahwa beberapa produsen makanan skala kecil maupun besar yang nakal. Mereka menggunakan jenis pengawet makanan kimia yang tanpa ukuran aman hingga berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, bahkan bahan kimia yang bukan termasuk food grade atau khusus makanan pun mereka pakai seenaknya.
Akibat mengonsumsi jenis makanan dengan pengawet kimia berbahaya itu cukup fatal, bahkan mengancam nyawa. Berbagai jenis penyakit berbahaya bisa diidap oleh pengonsumsi. Alasan produsen makanan nakal itu tidak memakai jenis pengawet makanan yang telah ditentukan Departemen Kesehatan dan khusus diperuntukan untuk bahan pangan, apalagi jika bukan keuntungan yang berlipat ganda. Harga pengawet bahan makanan lebih mahal dibanding bahan kimia biasa yang digunakan untuk industry non-pangan.
Kalsium propionate memiliki nama lain natrium propionate. Ia adalah jenis pengawaet makanan yang masuk golongan asam propionate. Fungsinya aadalah untuk mencegah berkembangnya sejenis jamur syncephalastrum racemosum. Penggunaan jenis pengawet ini adalah pada produk roti, tepung atau makanan yang terbuat dari tepung.
Takaran yang aman untuk menggunakan kalsium propionate tdk lebih dari 0,32% per kilogram bahan tepung atau 3,2 gram pada 1 kilogram tepung terigu. Itu khusus ukuran untuk bahan tepung terigu saja.
Untuk jenis makanan yanag memakai keju sbg bahan utamanya, maka takaran maksimal yang dianjurkan adalah 0,3% per kilogram bahan atau sekitar 3 gram per kilogram keju. Apabila batas dosis maksimal tersebut dilanggar, maka akan mengakibatkan konsumen mengalami migraine atau sakit kepala sebelah, merasa lelah yang sangat hingga lemas, serta tidak bisa tidur.
Rumus kimia untuk pengawet makanan ini adalah Ca(CH3CH2COO)2. Natrium Propionat menjadi kurang efektif bila pH yang ada pada lingkungannya lebih atau kurang dari 5-6.

A.     Judul Kegiatan
USAHA PRODUKSI MINYAK KELAPA
B.     Status Usaha
Jenis usaha yang akan saya rintis adalah pengembangan usaha minyak kelapa.
C.     Rasional Kegiatan
Dijaman sekarang, perkembangan pasar bebas semakin maju dan persaingan pasarpun semakin banyak. Kebutuhan manusia pun semakin hari semakin meningkat. Alasan saya memilih produksi minyak kelapa saya dasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1.      Bahan baku produksi yaitu buah kelapa dapat diperoleh dengan mudah.
2.      Merupakan salah satu bahan kebutuhan yang sangat penting khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga.
3.      Minyak yang dihasilkan tidak kalah dengan minyak kemasan lain, lebih jernih dan berkualitas.
D.     Tujuan Kegiatan
Tujuan didirikan usaha ini adalah:
1.      Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dilingkungan masyarakat
2.      Memperoleh penghasilan sebagai penunjang kehidupan sehari-hari
E.      Metode Pelaksanaan
1.      Produk
Produk yang saya hasilkan dari usaha ini adalah minyak kelapa. Adapaun kualitas yang dihasilkan akan lebih baik tanpa menggunakan atau mencampur dengan bahan-bahan yang lain. Dengan memperhatikan kadar air, perubahan warna serta kualitas minyak yang terus dipantau maka hasilnya pun sangat baik dan berkualitas.
2.      Bahan Baku
Untuk usaha ini bahan baku yang paling diperlukan adalah buah kelapa, yakni buah yang sudah tua. Bahan baku ini diperoleh dari atau dengan cara membeli dari masyarakat sekitar dan juga membeli dari pedagang pengumpul yang ada didaerah sini. Karena sangat banyak ditemukan bahan baku ini akan sangat mendukung atas kelangsungan usaha saya ini.
3.      Proses Produksi
Minyak dengan bahan baku kelapa ini diproses dengan cara sederhana dengan proses pokoknya memisahkan air dengan minyak yang terkandung dalam santan kelapa. Dengan urutan proses ringkas sebagai berikut:
·         Bahan baku
Kelapa dipecah, dibuang airnya kemudian dicukil dan direndam selama + 18 jam.
·         Mesin parut
Cukilan kelapa setelah direndam kemudian diparut.
·         Alat pemeras
Parutan kelapa diperas untuk diambil santannya
·         Alat penggorengan
Santan yang diperoleh kemudian dipanaskan pada penggorengan sampai terpisah air santan dengan minyak kelapa yang timbul (dalam proses ini memerlukan waktu + 8 jam.
·         Alat Pres
Seringkali ampas minyak masih menyimpan cukup banyak kadar minyak. Oleh karena itu, diperlukan alat pres agar ampas minyak betul-betul bersih sehingga factor cost dari produksi lebih terjaga.
·         Final produksi
Dengan dipantau, diamati terus menerus dan dijaga akan diperoleh hasil produksi minyak goring kelapa yang jernih, bersih, tidak berbuih, irit dalam pemakaian, serta beraroma khas minyak kelapa.
F.      Pemasaran
Yang akan menjadi sasaran pemasaran untuk jangka waktu satu tahun kedepan adalah pasar local. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan cara promosi pada toko-toko kebutuhan pokok dengan asumsi pembeli 1000 orang per bulan.
G.     Tempat produksi
Tempat produksi dilakukan dirumah siswa di jalan Raya Gading Rejo kabupaten Pringsewu. Tempatnya sangat strategis karena berada disamping jalan raya Pringsewu – Tanjung Karang sehingga dapat dengan mudah diakses oleh kendaraan untuk pengiriman ataupun calon pembeli. Luas bangunan yang dibutuhkan minimum 45 m2, luas tanah / lahan yang dibutuhkan minimum 160 m2.
H.    Target Luaran
1.      Target Produk
Produk yang dihasilkan adalah minyak kelapa dalam kemasan 1 kg. Kualitas yang dihasilkan adalah minyak kelapa dengan bahan baku kelapa tanpa menggunakan bahan-bahan pengawet dll. Sesuai dengan jumlah konsumen yang ditargetkan, produksi yang akan dihasilkan ialah 38,5 kg perhari atau 1000 kg per bulan (26 hari kerja / bulan).
2.      Target Konsumen
Yang menjadi target adalah ibu-ibu rumah tangga dengan asumsi 1000 orang per bulan atau 12.000 orang pertahun.
3.      Target Pendapatan
4.      Jumlah pendapatan yang ingin saya peroleh setiap bulan adalah minimal Rp. 2.000.000
I.        Rencana Biaya
Ø  Biaya Investasi
1.      Biaya Investasi Alat Produksi
No
Nama Alat
Volume
Harga Pembelian
1.
Mesin Parut
2 unit
Rp.   4.000.000
2.
Diesel Engine 6.5 PK
Merk Wujin
1 unit
Rp. 15.500.000
3.
Alat Pres
2 unit
Rp.   4.000.000
4.
Alat Peras
1 unit
Rp.   2.000.000
5.
Penggorengan
2 unit
Rp.      800.000
6.
Drum, Drigen dll
Lum sum
Rp.   1.000.000
Total Investasi

Rp. 26.300.000










2.      Biaya Bahan Baku
Asumsi volum produksi perhari 500 gandeng = 1000 butir
Harga kisaran pembelian kelapa antara Rp. 2000 – Rp. 3000 / gandeng, atau rata-rata pembelian
= Rp. 2000 – Rp. 3000 = Rp. 2500 = Rp. 1250 / butir
                                        2                              2
3.      Biaya Kepemilikan Alat (cost owning)
No
Nama Alat
Volum
Harga Pembelian
Umur Alat
O – C
1.
Mesin Parut
2 unit
Rp. 4.000.000
12 bulan
160.700
2.
Diesel Engine
1 unit
Rp. 14.500.000
48 bulan
150.050
3.
Alat Pres
2 unit
Rp. 4.000.000
48 bulan
100.450
4.
Penggorengan
2 unit
Rp. 800.000
48 bulan
85.000
5.
Alat Peras
1 unit
Rp. 2.000.000
48 bulan
100.450
6.
Alat Bantu lain
L 5
Rp. 1.000.000
12 bulan
75.000
Total asumsi owning cost
671.750



4.      Biaya Rumah Industri
Biaya sewa lahan / rumah produksi Rp. 5.000.000 / tahun = Rp. 5.000.000 : 12 = Rp. 416.667 / bulan.
Ø  Biaya Produksi
1.      Upah
No
Kualifikasi Personil
Jumlah
Analisa Upah
Rp. / bulan
1.
Tenaga terlatih
2 orang
2 x Rp. 35.000 x 26 hari
1.820.000
2.
Tenaga terdidik dan terlatih
1 orang
1 x Rp. 40.000 x 26 hari
1.040.000
3.
Tenaga professional
2 orang
2 x Rp. 45.000 x 26 hari
2.340.000
Jumlah
5.200.000

2.      Kemasan
Hasil produksi dikemas dalam satuan Kg
·         1 kg plastik kemasan                                       = Rp. 20.000
·         1 kg plastik kemasan ukuran:
18 cm x 25 cm x 0.06 cm                                = 400 lembar
Rp. 20.000 x 400                                             = Rp. 50 / lembar
·         Biaya cetak sablon                                           = Rp. 500 / lembar
·         Biaya pres plastic                                             = Rp. 500 / lembar
·         Total biaya kemasan                                        = Rp. 1.050 / lembar
Dan setiap Kg minyak goreng                          =9000 x Rp. 1.050        
= Rp. 9.450.000
3.      Rumah Tangga Produksi
·         Alat tulis kantor                                               = Rp. 50.000
·         Listrik                                                              = Rp. 50.000
·         BBM Solar 3 liter x 26 hari x Rp. 5000           = Rp. 390.000
                                                                                                               Rp. 490.000 / bulan
4.      Rutin Pemeliharaan
Total investasi alat produksi                                        = Rp. 26.300.000 x 50 %
                                                                                                            = Rp. 13.150.000       
                                                                                                                    Umur alat
= Rp. 13.150.000
                                                                                                                        48
                                                                                                            = Rp. 273.958 / bulan
5.      Pemasaran dan Promosi
Biaya pemasaran dan promosi dihitung lum sum.
Dengan asumsi pengganti biaya BBM dan transportasi personil Rp. 300.000 / bulan.

                                                                                Temanggung, 18 febuari 2014
                                                                                              Pengusaha      


                                                                                      LINDA MAHLISA